Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Merubah Idealisme Pemuda

Di era modern ini banyak anak-anak muda yang lebih sibuk dengan game, gadget, geng motor dan lain-lain, di banding dengan belajar, kegiatan sosial atau kajian ilmiah. Hal ini berdampak buruk terhadap pemuda, sebab dengan kesibukan-kasibukan yang tidak bermanfaat tesebut berakibat pada diri pemuda tersebut.

Salah satu pemuda indonesia yang bisa merubah dirinya menjadi lebih sukses di bidang usahnya yaitu Andy Prasetyo sosok pemuda yang berbakat dan mempunyai wawasan luas dalam membentuk suatu usaha di bidang peternakan yang bisa menjadikan dirinya lebih berkembang.  Dan dengan usaha inilah dia bisa memberikan contoh kepada masyarakat dan para pemuda saat ini, agar supaya pada masa mudanya di buat tidak sia-sia sebab masa muda adalah masa emas.
 
Pemuda asal wonosari tersebut menuangkah keahliannya dalam bidang peternakan semenjak ia masih kulyah dan sampai saat ini usahanya semakin berkembang. Hal ini membuktikan bahwa seorang pemuda/mahasiswa tidak hanya mengandalkan nilai akedemiknya untuk mencari kerja di perkantoran. Bahkan pemuda yang kreatif akan lebih banyak menemukan ide jitu untuk membangun lapangan kerja yang lebih mapan dan berpenghasilan maksimal.

Saat di wawancarai oleh pihak Swara Kampus, Andy menuturkan bahwasanya membangun usaha di usia muda sangat di butuhkan, karena ide-ide para pemuda sangat cemerlang. Banyak contoh orang-orang yang sukses diusia muda, dan itu bisa di buat acuan  untuk menanamkan mindset anak muda untuk lebih memanfaatkan waktu untuk hal-hal positif.

Dan pemuda saat ini di usahakan untuk merubah pola berfikirnya. Mengingat pentingnya pemuda sebagai ujung tombak bangsa. Seperti kata bung karno, “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Andy banyak berharap kepada para pemuda saat ini agar kedepannya kita mempunyai generasi emas dari para pemuda yang mandiri, berkarakter dan memiliki nasionalisme. Tuturnya santai sambil menghisap rokok.

Andy Prasetyo memberikan solusi yang tepat untuk menciptakan para pemuda menjadi lebih berkembang yaitu, diperlukan upaya dari semua pihak untuk bisa menciptakan generasi muda yang produktif, karena sifat anak muda yang enerjik dan ingin mencoba hal baru harus diarahkan sedini mungkin. Dari orgtua misalnya perlu mengawasi dan mengarahkan proses pembelajaran tahap demi tahap menuju dewasa bukan mendikte,mengekang atau memasung impian sang anak. Untuk pemerintah sendri harus bisa meningkatkan kualitas pendidikan yang bukan hanya berorietasi pada nilai akademik,tapi juga memaksimalkan bakat dan sumber daya yang dimiliki mahasiswa/pemuda.

Fakta yang terjadi banyak mahasiswa atau pemuda yang hanya mengandalkan kualitas akademiknya belaka, bukan mengandalkan bakat yang melekat pada dirinya. Maka sejak dini tidak ada kata terlambat bagi para pemuda untuk merubah semua itu. Usaha yang paling menyenangkan adalah hasil jerih payah kita sendiri. Salam pemuda. (umaf faruq)

Bisnis Online Membuatnya Kaya

Mahasiswa tersebut sedang berlibur ke singapora

Lutfi Ar Raqib adalah sosok pria tampan yang mempunyai bakat yang luar biasa, dan di kagumi oleh berbagai temannya. Sosok pria tersebut sangatlah kagum pada dirinya sendiri dan bangga terhadap kedua orang tuanya yang selema ini telah meberikan motivasi dan arahan yang membuatnya menjadi lebih sukses. Tuturnya, orang tua lebih berharga dari segunung emas. Selain dari bangga terhadap kedua orang tuanya, dia gemar kepada tokoh-tokoh yang terkanal. Karena bisa membuatnya semakin mejadikan hidupnya menjadi lebih baik.

Kegemerannya terhadap para tokoh-tokoh ternama bisa membuat sosok Lutfi sangat tekun untuk terus belajar dan  berjuang. Karena dengan adanya perjuangan pasti ada hasil yang akan di perolah. Setelah di wawancara oleh pihak Swara Kampus, Lutfi Ar Raqib hanya terenyum ketika di tanyakan tentang prestasi-prestasi yang ia dapatkan “jadi malu yang mau ngungkapin prestasiku” tuturnya.

Anak dari pasangan ALM Bapak Ishak dan Ibu Dewi Tejo Ratri tersebut menjadi kebanggaan kedua  orang tuanya, sebab semenjak kecilnya sudah mendapatkan penghargaan dari berbagai bidang. Dari bidang seni budaya, musik dan olahraga, akan tetapi bakatnya yang masih melekat hingga saat ini adalah bermain sepak bola. Semenjak Sekolah Dasar Hingga Sekolah Menengah Kejuruan mendapatkan penghargaan dalam bidang olahraga, karena dari skill  bermain sepak bolanya sangat baik. Dari kelas 5 SD sudah mengikuti kompetisi liga champina se DIY, dan itupun iya mendapatkan juara 3.

Semakin ia bergelut dalam persepak bolaan, ia mengikuti seleksi pemain U-17  PSIM di yogyakarta, dan hasilnya cukup memuaskan. Bergabungnya dengan PSIM membuatnya semakin semangat dalam berkompetisi dengan para pemain-pemain lainnya agar menjadi pemain yang profesional dan bisa membawa PSIM menjadi club yang terbaik.  Tak lama kemudian, ia mengantarkan PSIM lolos sebagai perwakilan kota yogyakarta untuk berkompetisi di bandung. 

Tuturnya, prestasi adalah modal utama bagi kehidupannya, sebab dengan prestasi yang ia dapatkan bisa menjadikan dirinya untuk lebih semangat dan lebih dalam lagi menggali potensi yang ia miliki.

Semenjak kecilnya sosok lutfi Ar Raqib adalah anak mungil yang sering melakukan hal-hal yang istimewa di mata orang tuanya, sehingga ia menjadi sosok anak yang paling di sayangi dan di support agar menjadi anak yang sukses di masa mendatang.

Yogyakarta adalah kota kelahirannya. Kota yang indah yang tak bisa ia lupakan selama hidupnya. Yang penuh dengan keistimewaan-keistimewaan yang tidak di miliki oleh kota-kota lain. Tempat pertama kali ia berpijak dan belajar tentang hidup yang sebenarnya. Dalam sejarah hidupnya ia mengakui bahwa hal yang paling indah dan tak bisa tergantikan adalah tempat ia lahir.

Semenjak di bangku kuliah, ia merasa gelisah karena kahidupan sehari-harinya selalu bergantung kepada orang tuanya dan orang tuanya pun masih banyak tanggungan yang akan di penuhi. Sosok seorang lutfi semakin banyak merenung dan banyak berfikir tentang masa depannya dia pun mengurangi bakat yang dulunya sudah menjulang tinggi menjadikannya berputar 90%. Yang awalnya pemain sepak bola berubah menjadi pebisnis online.

Beberapa tahun kemudian, tak di sangka-sangka bisnisnya pun menjadi semakin menjulang. Yang dulunya hasil dari bisnis online tersebut hanya bisa di buat makan ala kadarnya saja, akan tetapi tuhan mengabulkan keinginannya menjadi orang yang sukses pada masa muda. Dan alhamdulillah hingga sampai saat ini bisa membiayai keluarga, kampus dan sebagainya. “saya tidak menyangka kalau bisnis online saya ini akan menjadi sukses seperti sekarang”. Tuturnya. Sedikit demi sedikit bisnis onlinenya mulai di kenal oleh kalangan masyarat hingga saatini. 

Tutur Lutfi, “kalau ingin menjadi orang sukses, kita harus berusaha dan pantang menyerah dan jangan lupa di sertai dengan doa yang khusu’ kepada tuhan”. Sungguh perkataan sangat luar biasa yang ia lontarkan. Pria tampan asal yogyakarta tersebut kurang puas dengan prestasinya. Sebab keyakinannya sangat luar biasa untuk mendapatkan hal-hal yang belum ia raih dan perkataan yang tak bisa ia rubah adalah “tetap semangat dan pantang menyerah”. Dengan tantangan yang besar maka akan tumbuh semangat yang lebih besar, dan akan mendapatkan hasil besar pula.

Lutfi Ar Raqib  mempunyai keinginan dari hasil onlinenya akan memberangkatkan orang tuanya ke tanah suci. Dengan iktikad baiknya, ia selalu terus mengelola bisnis onlinenya di sela-sela kuliah kosong. Maka dengan kesempatan yang sedikit ini bisa membuatku tambah handal mengatur waktu untuk menajikan bisnis onlinenya semakin menjulang. tuturnya

Merindukan Sistem Politik Demokrasi HOS Tjokroaminoto

Di era demokratisasi kontemporer ini, Indonesia menempati posisi yang unik sebagai Negara yang berpenduduk mayoritas muslim dan berhasil memabangun sistem demokrasi yang stabil dan efektif. Posisi Indonesia ini memang sangat unik, karena hingga saat ini politik-demokrasi sering di anggap sebagai sesuatu yang unik di dunia islam. Para Ilmuan politik demokrasi bahkan sering menunjuk dunia islam sebagai tanah tandus bagi demokrasi lebih parah lagi, bagi orang barat bahkan sebagian orang islam sendiri, istilah “demokrasi” seringkali di identikkan dengan sistem politik anti islam, dan islam di pahami sebagai sistem anti demokrasi. Namun hal ini tidak berlaku di Indonesia. Berbeda dengan di tempat yang lain, di Indonesia justru menjadi pupuk bagi suburnya demokrasi di taman politik.

Lebih menarik pula bahwa Indonesia bukan hanya Negara Muslim yang berhasil membangun sistem politik demokrasi, namun demokrasi yang berkembang di Indonesia adalah hasil kerja umat islam. Aktor yang paling berjasa yang merintis dan menegakkan demokrasi di Indonesia saat ini adalah adalah tokoh dan organisasi islam. Bahkan kalau di teliti ulang, prestasi para tokoh politik muslim di Indonesia dalam membangun politik demokrasi memiliki sejarah lebih panjang lagi, yaitu era Sarekat Islam di awal abad XX. Organisasi inilah yang menjadi tonggak peralihan perjuangan kepentingan politik umat islam dari era tradisional yang sporadis dan bertumpu pada tokoh individual, menuju era modern yang berbasis lembaga.

Perubahan pola perjuangan politik islam dari pola tradisional yang mengacu pada individu menjadi pola lembaga yang berbasis keompetensi dan tugas serta memiliki pengaruh yang sangat signifikan. Pertama pola lembaga memungkinkan pastisipasi rakyat banyak, dan bukan hanya kalangan elit. Kedua terbukanya partisipasi publik dalam perjuangan politik menjadikan perjuangan politik islam lebih efektif, berjangkauan luas dan berkesinambungan.

Dan tonggak perubahan yang lahirkan oleh sarekat Islam tidak lepas dari tokoh utamanya, yang menjadi pelopor perkembangan politik islam menjadi politik demokrasi berbasis kelembagaan, yaitu HOS Tjokroaminoto. Ia adalah tokoh sentral sarekat islam, dan dengan demikian ia menjadi sosok historis yang menjadi peletak dasar politik islam yang demokratis di Nusantara. Lebih jauh lagi, di era abad XX yang di kenal dengan era kebangkitan nasional yaitu mulai tumbuhnya kesadaran akan identitas sebagai sebuah Bangsa. HOS Tjokroaminoto memberikan kontribusi besar dalam memobilisasi masyarakat di Nusantara.

Ketika saat ini kita berada dalam hiruk pikuk globalisasi yang mengkis identitas, kesadaran dan memori kolektif Kebangsaan, sejarah HOS Tjokroaminoto akan menyegarkan semangat kita akan cita-cita Kebangsaan yang semakin terlupakan. Sedangkan secara pragmatis perjuangan HOS Tjoroaminoto baik dalam membangun gerakan politik islam kebangsaan maupun dalam melawan ketidak-adilan kolonialisme dan imperialisme akan menjadi pelajaran maha penting bagi para politisi masa kini yang kebanyakan politisi otodidak, tanpa bekal ilmu pengetahuan, dan berpolitik hanya mengejar kepentingan jangka pendek.

Secara generik demokrasi adalah politik yang memiliki tiga pilar Pertama aspirasi kepentingan umum, dimana politik tidak berdasarkan kepada kepentingan elit, melainkan bermuara kepada kepentingan masyarakat banyak. Kedua aturan konstitusi, dimana proses politik tidak hanya melalui proses hukum rimba adu kekuatan, melainkan diatur dalam sistem konstitusi dan perundangan.  Yaitu bersifat meningkat kepada semua orang dan Ketiga kompromi elit, yaitu kesediaan para aktor politik untuk berunding, berkompromi dan berakomodasi kepentingan lawan politik bukan zero sum game, bukan pertarungan mati-matian dan hancur-hancuran. Sistem politik demokrasi memadukan di satu sisi semangat solidaritas dan perjuangan yang di ajarkan sosialisme, dengan semangat perdamain dan peradaban yang di ajarkan islam.

By: Umar faruq



Sepintas Kehidupan dan Perjuangan Cokroaminoto

Pada masa hidupnya Cokroamainoto sangat semangat dalam menjalankan semua hal terutama dalam bidang Organisasi yang ia pimpin. Cokroaminoto dangat piawai dan mempunyai karismatik yang tinggi dalam memimpin Partai Syarikatan Islam pada masa beliau. Partai Syarikat Islam pada masa pimpinan Cokroaminoto sangat maju dan berkembang pesat keberbagai kota, diantaranya surabaya, semarang dan lain-lain.

Dalama Buku "H.O.S Tjokroaminoto Hidup dan perjuangan" sangat jelas betapa perihatinnya Cokroaminoto terhadap perkembangan islam pada masa itu. hal ini menunjukkan semangat beliu dalam melakukan amanah yang di berikan terhadap beliu. Cokroaminoto mempunyai keistimewaan tersendiri dalam hidupnya. yaitu bermimpi bertemu langsung dengan Nabi Muhammad SAW. Cokroaminoto mengakuinya bahwa beliau sempat bermimipi Raulullah. ia berkata "saya puas bertemu dengan Rasulullah" (Hal. 11). setelah itu saudara Sangadji mencium tangan Cokroaminoto. dan hal ini di amini oleh Ustad Moh. Mursdji, bahwa ia percaya bahwa beliu telah bertemu dengan Rasul dalam mimpinya, sebab Cokroaminoto pemimpin islam yang sangat saleh.

Kehidupan Cokroaminoto pada masa itu sangat sederhana dan patut untuk di jadikan sebagai panutan bagi pemimpin masa kini, dalam memimpin sebuah Negara atau Organisasi yang ada masa kini. kehidupan seperti beliau sangat sulit untuk menemukan orang yang meniru cara memimpin dan dan cara memperjuangkan sebuah Partai Islam pada masa lampau.

Mengingat perjuangan Cokroaminto sangatlah penting untuk kita sebab Oraganisasi pertama dalam islam adalah oraganiosasi yang di pimpin oleh beliau. Sebelum wafat, beliau sempat membuat "Tafsir Azas Partai Syarikat Islam". yang di bantu oleh sahabat dekatnya yaitu A. M. Sangadji. beliu sangat prihatin sekalai terhadap perkembangan islam pada masa itu sampai beliu meminta kepada Sangadji untuk menuliskan apa yang di lontarkan oleh beliau. Sangadji cuma menganggukkan kepala sebab beliau adalah seniornya dan di pandang pemimpin yang sangat alim dalam islam.

Cokroaminoto mempunyai semangat yang kokoh dalam mengembangakan agama islam. meski beliau sudah di titik penghabisan, tapi masih sempat untuk membuat "Tafsir Azas Partai Syarikat Islam". betapa sangat mulianya perjuangan beliau dalam mengembangkan dan menjaga amanat yang di berikan kepadanya.....

Selamat Membaca.......

MENCARI BAROKAH DALAM WAJAH KLASIK (Refleksi Atas Barokah di Pesantren)

Sudah biasa didengar setiap hari istilah barokah, bahkan sekarang kata-kata barokah sudah bermunculan dimana-mana, dikota-kota besarpun ada namanya barokah yaitu toko, warnet, dan lain sebagainya. Kalau berfikir sejenak apa yang ada pada istilah tersebut? Apakah cuma sekedar nama atau ada makna tersirat pada kata sependek itu?

Kata “barokah” sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat indonesia, apalagi yang pernah hidup dilingkungan pesantren kata itu sudah biasa diperdebatkan bahkan dubuat main-mainan oleh santri zaman sekarang, kayaknya kata barokah sudah tidak mempunyai efek yang kuat bagi santri masa kini. dengan arus globalisasi yang cukup melonjak tinggi. kalau mengamati sejarah masa lalu pada zaman nenek-nenek kita, istilah (berkat: madura) itu memang ada namun tidak bisa digambarkan secara jelas akan tetapi bisa dilihat hasil dari barokah itu sendiri.

Memang barokah tidak bisa paparkan secara gambalang tetapi bisa diuraikan oleh tingkahlaku dan kesuksesan masing-masing individu karena barokah sangat abstrak. Ada istilah orang kuno (senga’ cong toro’ oca’ ka guruna: madura) kata ini sangat ampuh dan dijadikan senjata andalan oleh orang –orang kuno kepada setiap anak-anaknya yang akan hendak menuntut ilmu. Memang zaman sekarang sudah tidak sama dengan dulu. Dulu tidak ada komputer, sekarang ada. Dari perbedaan itu akan membuat esensi barokah akan pudar sedikit demi sedikit. santri zaman sekarang banyak yang tidak mendapatkan barokah, setelah keluar dari pesantren tingkahlakunya amburadur seperti orang tidak nyantri (baca:santri)

Dan santri zaman sekarang sangat kerepotan untuk mendapatkan barokah, karena norma kesantriannya tidak sesuai dengan visi dan misi pesantren. Dalam kutipan hadist berikut “al ilmu bila amalin kashajaru bila samarin”. Nah dari hadist ini kita bisa mengambil pelajaran untuk diterapkan upaya membangun kepribadian santri agar barokah masih tetap tegak mengiringi kehidupan santri setelah keluar dari pesantren.

Saat ini barokah bisa didapat dengan mengaplikasikan kehidupan dalu yang merujuk terhadap isi kitab-kitab klasik seperti kitab ta’limul muta’alim yang isinya memaparkan tentang tingkah laku yang baik, akhlak mulya dll. Dan bisa dibuat acuan untuk memperbaiki tingkah yang tidak sesuai dengan kode etik islam. Kalau isi kitab tersebut sudah diterapkan dipesantren saat ini mungkin esensi barokah akan kembali seperti dulu.

Kalau mendengar pernyataan KH. Yusuf Hasyim pengasuh pondok pesantren tebuireng, menyatakan pesantren sebagai lembaga barokah (DINAMIKA edisi III 2008) pernyataan ini didasarkan pada suatu kecenderungan yang merebak dimasyarakat bahwa santri yang belajar dipesantren semata-semata mengharapkan berokah dari sang kiai atau dari pendiri pesantren itu sendiri.

Sekarang kita sebagai santri mestinya sadar akan kekeliruan tingkah laku yang selama ini sudah terombang ambing oleh rayuan zaman. Toh walau bagaimanapun kita harus menerapkan isi kitab klasik supaya pesantren sebagai lembaga tertua diindonesia tetap tegak dengan goncangan apapun.

Mestinya santri mulai dari sekarang sudah banyak membaca buku-buku terjemahan dari kitab-kitab klasik untuk mempermudah menerapkan suasana dinamis dalam membangun kepribadian seseorang dalam medapatkan barokah. Dan sebagai bahan antisipasi terhadap berkembangnnya globalisasi.
________________________________
*penulis adalah santri PP Annuqayah lubangsa
21 Januari 2010

PERAN PENDIDIKAN TERHADAP SEKS PRANIKAH

Mengapa para remaja cenderung memperaktekkan seks pranikah? Ini menjadi pertanyaan besar bagi kaula muda. Pertanyaan ini bukan senda gurau belaka tapi harus dipahami dan diresapi, toh walaupun kedengarannya sudah basi di telinga kita.

Seks adalah prilaku yang melibatkan sentuhan secara fisik anggota badan anatara pria dan wanita yang mencapai hubunga intim yang biasa dilakukan oleh suami istri. Sedangkan prilaku seks pranikah adalah hubungan tidak berlandaskan terhadap hukum dan kepercayaan serta agama masing-masing individu

Seks biasa dilakukan remaja masa kini (seks pranikah), bahkan kalau pacaran tidak melakukan perbuatan itu tidak dinamakan pacaran lagi, lantas dimana letak pacaran yang sebenarnya?. Apakah sesudah melakukan seks pranikah itu dianggap pacaran?

Mengingat hasil surve pada tahun 1990 di 12 kota besar Indonesia baru menunjukkan 20 persen siswa SMP, SMA dan mahasiswa sudah mengaku tidak perawan lagi. Sedangkan 2008 mengindikasikan persentasenya naik menjadi 62,7 persen dan tahun ini diperkrakan naik 3 kali lipat. Drs Masri Muadz memaparkan, mengapa para remaja putri cenderung memperaktekkan seks pranikah. Penyebabnya antara lain karena menuruti keinginan pacar dan bergaul dengan sebayanya yang pro seks pranikah. (KR. Desember 2010)

Hal itu sudah dianggap biasa oleh remaja bahkan mempraktekkan seks pranikah menjadi tradisi bagi orang berpacaran kalau tidak melakukan perbuatan tersebut pacaran dianggap tidak sempurna.

Dengan demikian banyak wanita hamil tanpa ayah penyebabnya tidak lain hanyalah melakukan perbuatan yang di benci tuhan, kalau dilihat perbuatannya memang sepele dan hamper tidak masuk akal tetapi akibat perbuatan tersebut bisa mengakibatkan kerusakan individu atau kelompok

Dilihat dari pandangan agama perbuatan seks pranikah sangat dilarang karena perbuatan itu sangat keji dan bisa mengantarkan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan semisal hamil. Wanita hamil sudah biasa sebab kodrat wanita diciptkan tuhan memang untuk melahirkan yaitu dengan proses hamil, guna menciptakan keturunan melalui hubungan laki-laki dan wanita. Maka tuhan menciptakan manisia berpasang-pasangan supaya ada interaksi antar lain jenis melalui hukum agama.

Isu-isu hamil pranikah banyak sekali menurut penelitian, kehamilan di luar nikah meningkat Misalnya, di Surabaya tercatat 54 persen, Bandung (47 persen), Medan (52 persen). Sementara penelitian di Jogjakarta menunjukkan dari 1.160 mahasiswa, 37 persen di antaranya mengalami kehamilan sebelum menikah.(Surya, Desember 2010)

Faktor Keluarga

Berpijak pada fakta, jelas bahwa keluarga adalah faktor utama pembentukan anak didik semua karakter anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan apa yang diajarkan orangtua mulai sejak dini hingga menjadi dewasa karakter anak baik bila orang tuanya mendidik dengan cara baik pula

Keluarga (orangtua) tidak selayaknya membiarkan pergaulan bebas terhadap anak. Kebanyakan orang tua sudah meyakini bahwa pergaulan anaknya tiap hari sudah sesuai dengan yang diinginkan. Sehaurnya sebagai orangtua harus mengoreksi perilaku dan kecakapan tiap hari agar karekter anak bisa di ketahui sesuai dengan yang di inginkan orangtua. Para remaja kini kebanyakan kurang kontrol dari orangtua akibatnya semua remaja akan bergerak bebas dalam bertindak bagaimanapun. Fakta dari hasil penelitian Synovate Research (2007) yang melibatkan 450 responden usia 15-24 tahun di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan menunjukkan, 65 persen remaja mengetahui tentang seks dari teman dan 35 persen dari film porno. Sedangkan lokasi favorit yang mereka pilih adalah di rumah (40 persen), rumah kos (26 persen), dan di hotel (26 persen). Hasil ini dibenarkan dalam penelitian Farhan (2009), bahwa kondisi keluarga sekarang bergeser.

Hasil penelitian ini bisa dijadikan pembenaran bahwa rumah bukan lagi tempat senda gurau dengan orangtua malainkan rumah menjadi tempat seks pranikah yang menyimpang dari aturan-aturan agama.

Doktrin dari berbagai media sangat tajam untuk mengubah sifat anak karena hal-hal itu mudah diakses semenjak zaman semakin maju dan perkembangan tehnologi berkembang pesat maka kegagalan orangtua nampak sekali bila seorang anak di biarkan mengakses situs-situs tidak layak dibuka oleh anak berusia dini.

Pada dasarnya pendidikan seks yang terbaik itu diajarkan oleh orangtua sendiri, dan dapat pula diwujudkan dalam tata cara orangtua hidup bersuami-istri yang bersatu dalam perkawinan dan menggunakan aturan yang berlaku (agama).

Kesulitan yang timbul kemudian adalah apabila orangtua kurang paham dan tidak terbuka dan cendrerung tidak memberikan pemahaman tentang masalah-masalah seks anak. Akibatnya anak mendapatkan informasi yang tidak sehat. Seorang peneliti menyimpulkan informasi seks yang tidak sehat atau tidak sesuai dengan perkembangan usia remaja ini mengakibatkan remaja terlibat dalam kasus-kasus berupa konflik-konflik dan gangguan mental, ide-ide yang salah dan ketakutan-ketakutan yang berhubungan dengan seks. Dalam hal ini, terciptanya konflik dan gangguan mental serta ide-ide yang salah dapat memungkinkan seorang remaja untuk melakukan perilaku seks pranikah.(rileks.com)
___________________________
*Umar Faruq
Penulis adalah mahasiswa fakultas hukum Universitas Cokroaminoto Yogyakarta
Dan aktif di Ikatan Alumni Annuqayah

 
Copyright © 2012. Umar Faruq Blog - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger | Web Design