Home » » Pelecehan Seksual Terhadap Perempuan

Pelecehan Seksual Terhadap Perempuan

Kasus pelecehan terhadap seorang perempuan masih saja terjadi di Indonesia, hari demi hari  semakin merajalela semenjak kasus Aceng Fikri Bupati Garut, jawa Barat di ungkap ke publik, maka sangat nampak sekali bahwasanya pelecehan terhadap perempuan belumlah usai.

Sosok Pejawab yang awalnya dipercayai serta di jadikan panutan oleh masyarakat justru mengajarkan kejelekan yang tak sepatutnya dilakukan oleh penguasa. Hal ini sangat di perihatinkan oleh masyarakat luas.

Kasus pelecehan seksual yang menimpa Fani Oktora menggelitik wanita Indonesia, hususnya wanita garut, jawa barat. Agar pelecehan terhadap seorang perempuan lebih dilindungi oleh pemerintah. Baik komnas HAM atau perlindungan anak. Sosok wanita yang di nikahi  selama 4 hari dan di ceraikan lewat SMS tersebut menderita depresi dan kekecewaan yang berkepanjangan.

Wandasari mahasiswi Universitas Islam Indonesia mengatakan, “perlindungan terhadap wanita harus di tingkatkan, kalau tidak ada wanita maka tidak ada seorang anak yang lahir kedunia ini”.  Ini menunjukkan bahwasanya seorang wanita banyak berperan dalam meningkatkan kualitas SDM di negeri ini.

Hal ini di amini oleh Rahma Attaymiyah Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, “saya sebagai wanita sangat prihatin dengan apa yang dilakukan oleh bupati garut”. Fenomena ini sungguh memprihatinkan, sebab kasus ini sudah menjadi berita di kalangan internasional. Naman Indonesia di cemarkan oleh salah satu pejabat yang melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan.

Memang dalam hukum fiqih perceraian tersebut sah. Bahkan pernah sahabat nabi, menceraikan istrinya yang hanya dinikahi satu hari. karena ada cacatnya. itu sah, namun si pihak laki-laki tidak menggaulinya. Namun bila mengacu pada hukum ketimuran (budaya indonesia) itu dapat membuat si pihak perempuan tertekan. dan cara-cara seperti itu (diceraikan dalam empat hari) tidak normal bagi kebiasaan kita sebagai orang beradab. beradab dalam ukuran hak asasi perempuan. sebab, bisa jadi si pihak perempuan merasa dilecehkan.

Wandasari melanjutkan, setidaknya hal ini menjadi pelajaran bagi pemerintah agar menjaga hubungan Suami istri sebaik-baik mungkin, sebagaimana yang di ajarkan oleh agama masing-masing. Toh walaupun itu pejabat atau masyarakat biasa.

Setidaknya kejadian ini tidak terulang untuk yang kedua kalinya supaya masyarakat bawah tidak meniru para pejabat yang tidak bertanggungjawab.









0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2012. Umar Faruq Blog - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger | Web Design