Semakin hari masyarakat Jember sangat gelisah menghadapi kehidupannya, sebab dari berbagai kebutuhan yang diperlukan masyarakat tiap harinya semakin bertambah baik sekunder maupun primer. Dua kebutuhan ini sangat mendukung terhadap pola kemajuan perekonomiannya masyarakat.
Masalahnya sekarang kejadian di Jember tentang kesulitan mencari BBM harus di perhatikan oleh pemerintah Jember sendiri soalnya dengan kejadian tersebut dapat menimbulkan tindakan yang sangat menyengsarakan masyarakat miskin dan membuat BBM sebagai ajang bisnis yang diminati oleh masyarakat menengah keatas (penjual) untuk membeli sebanyak mungkin dan ditimbun serta dijual setelah BBM sulit ditemukan oleh masyarakat menengah ke bawah (miskin) dengan harga mahal.
Kejadian ini sudah terjadi di arjasa. Salah seorang penduduk mengisi bensin dengan cara curang yaitu dengan mengisi 15 drum ukuran 20 literan dibawa dengan pic up berwarna hitam untuk di jual kembali, hal ini menunjukkan perbuatan yang dibenci oleh masyarakat umum. Dan ini tidak hanya berulang satu kali (Jemberpost november 2010).
Seharusnya pihak SPBU memberikan batas maksimal untuk pembelian BBM yang menggunakan drum, soalnya kalau kesempatan yang diberikan kepada pihak pembeli yang mengunakan drum terlalu banyak maka akan menimbulkan keresahan terhadap pihak masyarakat yang membeli dengan cara eceran didesa-desa. Banyak masyarakat desa mengeluh dengan harga BBM yang melonjak tinggi dari harga semula, awalnya 5000 menjadi 7000 sampai 8000 rupiah.
Kalau melihat ekonomi masyarakat Jember kebanyakan penghasilannya menengah ke bawah, seandainya harga bensin tetap dibiarkan naik dikalangan masyarakat pedesaan maka penghasilan masyarakat akan semakin memburuk karena alat untuk bekerja sudah dibatasi dengan harga BBM yang melonjak dan sulit di dapat.
Sebagai suatu kepedulian pemerintah Jember, seharusnya bertindak cepat untuk mengatasi kelangkaan BBM agar supaya anggapan masyarakat terhadap pemerintah tidak kacau dan masyarat bisa bernyawa lega kembali dengan peristiwa yang menimpanya.
Pemerintah Jember khususnya harus mempunyai beberapa langkah yang harus direlisasikan upaya menjadikan Jember tetap terbina dengan baik sesuai dengan namanya (Jember Terbina). Pertama: Mengadakan evaluasi dengan pihak SPBU supaya masyarakat hidup tenang kembali seperti semula agar beberapa kekisruhan ditengah-tengah masyarakat tidak semakin membeludak ketengah-tengah umum pola mengantisipasi tercemarnya nama yang sudah di emban yaitu “Terbina”. Kedua: membuat batasan harga bagi pembeli yang akan dijual kembali (eceran), agar tidak terjadi penimbunan seperti kejadian kemaren. Ketiga: membuat peraturan batasan harga penjualan yang akan dijual kembali oleh pihak pedagang bensin di luar SPBU.
Dengan tiga langkah ini bisa membuat ekonomi masyarakat Jember setabil kembali karena kalau salah satunya diabaikan akan mengakibatkan kekisruhan sosial masyarakat umum
Oleh sebab itu pemerintah harus peka terhadap kemauan masyarakat dan mengabulkan apa yang di inginkannya sebab pemerintah adalah wakil rakyat yang dipilih oleh rakyat.
__________
*Umar Faruq

0 comments:
Post a Comment